Ala Cheff .Pepen Arifin

"TERIMA KASIH SUDAH MAMPIR DI BLOG ALA CHEF PEPEN ARIFIN.NET....JANGAN LUPA ISI COMMENT YA...TANK'S"

Minggu, 21 November 2010

* Guest Book Kepemimpinan

Manusia adalah makhluk sosial, ini berarti :
Manusia sepanjang usianya menghadapi rangsangan2 dari sekitarnya dan mempunyai kebutuhan2 untuk melanjutkan kehidupannya.
Konsekuensi dari hal tersebut adalah : diperlukan bermacam-macam cara agar kehidupannya dapat dilanjutkan
Salah satu cara manusia mengatasi tekanan2 dan rangsangan kehidupan ini ialah dengan hidup berkelompok
Dalam kehidupan berkelompok timbul kehidupan yangsaling isi mengisi , hubungan antar manusia, cara2 mencapai suatu kebutuhan & tujuan, serta tentu pula bermacam-macam problem dan penyelesaiannya. Dlm hal ini manifestasinya adalah masalah  “kepemimpinan “
Sebagai konsekuensi logis bahwa manusia itu adalah makhluk sosial maka perlu diperhatikan formulasi sbb :
1. Setiap individu butuh akan hubungan tukar-menukar ( = interchange) dengan lingkungannya
2. Dalam suatu hubungan antar individu dibutuhkan dasar saling pengertian dan masing2 individu mempunyai peranannya sendiri2
3. Peranan seorang individu dalam lingkungannya mempunyai arti tersendiri bagi individu tersebut.
4. Perlu memahami konsep “EGO” sebagai fungsi eksekutif terhadap kesatuan kelompok individu
Definisi Kepemimpinan
Menurut BORING : Kepemimpinan adalah suatu hubungan seseorang individu dalam kelompoknya yang dibangun atas dasar perhatian untuk mencapai tujuan bersama.
Definisi lain : Kepemimpinan adalah suatu jenis tingkah laku tertentu yg dapat berpengaruh pada individu lainnya dimana individu lainnya itu bersedia untuk mengikuti sikap & tindakan seperti yg diinginkan pimpinannya tersebut.
Jenis- jenis Kepemimpinan
Oleh karena dalam kehidupan manusia dikenal berjenis-jenis kelompok, bermacam-macam tujuan (objektif) serta cara2 mencapai tujuan tersebut, maka dikenal pula bermacam-macam jenis kepemimpinan yaitu :
1. Kepemimpinan Nominal
2. Kepemimpinan Otokratik
3. Kepemimpinan Demokratik
4. Kepemimpinan Bebas luas ( Laisse-faire)
Ada pula pembagian sbb :
1. Kepemimpinan Personalitik
2. Kepemimpinan Non- personalitik
3. Kepemimpinan Otkratik
4. Kepemimpinan Demokratik
5. Kepemimpinan Paternalistik
6. Kepemimpinan Endogenous
7. Kepemimpinan Laisse-faire
Kepemimpinan Nominal
Disini pemimpin menduduki kedudukannya oleh karena  dasar tradisi dan bukan berdasarkan fungsi atau keahliannya.
Biasanya ini terjadi karena ada kekuatan yang mengaturnya dari belakang secara tersembunyi.
Jadi pemimpin disini tidak berwibawa, hanya sebagai lambang saja.
Kepemimpinan Otokratik
Disini pemimpinnya yang menetapkan semua instruksi, strategi dan semua ketentuan2 tanpa meminta pendapat dari anggota kelompoknya.
Anggota kelompoknya bersifat fanatik dan sempit pandangannya, dan bisa agresif terhadap kelompok lainnya.
Kepemimpinan Demokratik
Disini tindakan dan keputusan yang diambil pemimpinnya berdasarkan pada keputusan sebahagian besar anggota kelompoknya.
Anggota kelompoknya tidak mempunyai rasa ketergantungan pada pemimpinnya.
Pemimpinnya terpilih hanya oleh karena wibawa dan pengetahuannya yang dibutuhkan oleh anggota kelompoknya untuk mencapai tujuan bersama.
Kepemimpinan Laisse-faire ( bebas luas)
Disini pemimpin  tidak tergantung dari kesanggupan dan prestasi anggota kelompoknya dan tak perduli apakah anggota kelompoknya mempunyai sikap tidak mau bekerja.
Anggota2 kelompoknya yang kreatif dapat bekerja untuk melaksanakan gagasan2 nya sendiri sehingga pemimpin disini kadang2 tdk menunjukkan pemimpin yg sebenarnya
Sifat -sifat Pemimpin
I. Menurut BORING
Pemimpin harus mempunyai karakter keanggotaan kelompoknya yaitu harus memiliki nilai2, sikap dan perhatian yang dipunyai kelompoknya.
Pemimpin harus mempunyai tujuan dan estimasi yang dipunyai anggota2 kelpmpoknya yg lebih besar dan istimewa dibandingkan dengan anggota2 yg lain tanpa merusak nilai2 & sikap serta perhatian yg dimiliki kelompoknya
II. Menurut  WHYTO
Pemimpin harus lebih banyak memberi pada anggotanya dibandngkan dgn yg diberikan anggotanya kepada pemimpinnya.
Pemimpin adalah titik fokus organisasi kelompoknya.
Pemimpin tidak perlu orang yang pandai dalam bermacam-macam hal, tapi haruslah merupakan yg terpandai dalam hal yang menjadi tujuan kelompoknya.
Pemimpin harus dapat bertindak pada saat suatu situasi memerlukan tindakan.
Pemimpin harus dihargai untuk keputusan2 yang diambilnya secara bijaksana dan keputusan ini tidak boleh dikangkangi oleh orang lain.
Pemimpin haruslah lebih terkenal & lebih dihormati di luar kelompok dibandingkan dengan org2 lain dlm kelompoknya.
Pemimpin harus mengenal kemampuan pengikut2 nya sebagai dasar untuk suatu tindakannya.
Pemimpin harus mempunyai ‘tangan kanan’ nya yaitu anggota kelompoknya pada siapa ia akan berunding sebelum dia menggerakkan kelompoknya.
III. Menurut Krech dan Crutchfield fungsi spesifik seorang pemimpin adalah
Sebagai eksekutif
Perencana
Pembuat siasat
Ahli
Terkenal di luar kelompok
Pengatur hubungan antara individu dalam kelompoknya
Pemberi hadiah dan hukuman
Sebagai mediator
Sebagai teladan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar